PROPAGANDA MARKETING ALA HERMES MERUPAKAN FAKTA SINDROM INFERIORITY COMPLEX CHRONIC ORANG-ORANG ASIA

Ada kisah unik yang beredar di youtube.com, ular piton di daerah sumatera menyusut populasi-nya karena harga kulit ular piton cukup mahal, sehingga banyak muncul para pemburu ular piton dan para pengepul serta supplier kulit Ular piton.

Para pemburu kulit ular piton mendapat harga cukup mahal, sekitar Rp 300.000,00 / ekor, sedangkan dari para pengepul mereka menjual dengan harga sekitar Rp 1.000.000,00 / ekor. Dari 1 ekor ular piton oleh para perajin kulit ular piton bisa menghasilkan Tas sekitar 2 – 3 tas, harga tas yang sudah jadi sekitar Rp 350.000,00 hingga Rp 500.00,00 / ekor tergantung model dan kerumitan pembuatan-nya.

Tas hermes asli
Tas Hermes yang harganya ratusan juta

Bagian spektakular dan ajaib mengenai barang bernama TAS adalah ketika Hermes rencana launching koleksi tas dari bahan kulit ular sesi musim semi edisi terbatas sebanyak 15 tas.

Bagaimana strategi marketing ala hermes hingga bisa menyulap harga tas kulit ular menjadi jutaan rupiah?


Hermes memulai hanya dengan satu tas dan di berikan pada selebriti yang mereka pilih dan mereka jadikan sebagai “pemancing”, dan Victoria Beckham yang akhirnya mereka pilih sebagai “Brand ambassador” dalam arti sebagai “Pemancing”. Konon cuplikan gaya komunikasi Boss Hermes sebagai berikut ini:

Continue reading “PROPAGANDA MARKETING ALA HERMES MERUPAKAN FAKTA SINDROM INFERIORITY COMPLEX CHRONIC ORANG-ORANG ASIA”

Advertisements

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: